workshop dan kuliah tamu

workshop dan kuliah tamu

effan adhiwira dan putu mahendra arsitek muda asal bali dengan ide-ide menakjubkan….

WORKSHOP DAN KULIAH TAMU SERI #4

WORKSHOP DAN KULIAH TAMU SERI #4

WORKSHOP DAN KULIAH TAMU SERI #4

Adi Purnomo: Arsitektur Hijau dengan Gotongroyong

Apa skala makro dalam Green Architecture? Bagaimana visi Mamo? Rangkuman Kuliah Tamu dan Workshop Arsitektur Nusantara Kontemporer #1 di Universitas Brawijaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim, April 2011, Malang dengan narasumber Adi Purnomo; moderator: Galih W. Pangarsa.

Green bukan hanya “menghijaukan” bangunan individual, tetapi juga berpotensi menjadi gerakan perbaikan bersama seluruh warga kita, bahkan warga negeri. Itulah “Gotongroyong” yang merupakan jiwa kehidupan bersama Nusantara yang perlu diwujudkan di masa kontemporer, atau di masa kini dan yang akan datang.

Mamo ternyata bukan saja perancang arsitektur yang matang. Sebagai peneliti ia juga cukup tekun. Hampir seluruh desainnya adalah hasil dari pengamatan yang tajam dan riset pribadi yang seksama. Juga kelincahan intelektual menguraikan fenomena ke dalam aspek-aspek desain, kecerdikan menyimpulkan uraian itu menjadi desain yang inovatif.

Berbakat atau tidak seorang arsitek, akan tampak dari tumbuh-berkembangnya intuisi. Jika bakatnya besar, ia mengambil keputusan-keputusan pengamatan, penguraian, pemrograman, dan penyimpulannya dalam desain dengan tepat –bahkan dengan indah. Yang terutama dari fungsi intuisi adalah dalam pengambilan keputusan, untuk mengurai atau menyimpulkan sesuatu.

Yang mungkin khas dari Mamo –setidaknya yang saat ini dapat diamati dari prosesnya mendesain– ialah bahwa ia antara lain memandang sebuah projek dari masalah-masalah mendasarnya atau konteks yang besar: geografi, klimatologi, hidrologi, ekonomi, pertanian, dan sebagainya. Juga, sumbang-sih projek itu bagi lingkungan.

Acara ini merupakan salah satu seri dari Kuliah tamu dan Workshop Arsitektur Nusantara dengan narasumber arsitek-arsitek terbaik di Indonesia antara lain, Ridwan Kamil, Mamo, Eko Prawoto, Popo Danes, Andra Matin, Yori Antar, Budi Pradono, Ary Indra, Paulus Mintarga, Yusing , dll

Contemporary Nusantara Architecture. Holistic Sustainabillty

Mengajak seluruh putera negeri mewujudkan bersama arsitektur untuk Indonesia kini, yaitu “Arsitektur Untuk Fitrah manusia dan Alam” dalam gerak menyongsong bersama perbaikan Bangsa dan Negeri.

Sudah saatnya kita berupaya sangat serius menjembatani dunia praksis-profesional (terapan keilmuan) dan dunia teoritis-edukasional (konsep keilmuan). Tujuannya adalah membangun paradigma baru untuk menghantarkan para arsitek generasi mendatang ke gerbang perbaikan Indonesia. Para arsitek tidak harus lahir dari kancah teoritis-kampus yang baik saja, tetapi juga dari kancah praktis yang bermutu tinggi.

Arsitektur Nusantara Kontemporer, arsitektur yang sesuai dengan fitrah manusia dan alam. Dalam hal ini, arsitektur dipandang sebagai salah satu wujud kontinum spasio-temporal peradaban Indonesia. Agar arsitektur yang kita tumbuh-kembangkan berketepatan dengan sifat dan keadaan Nusantara-Kini, bukan Nusantara hasil pemeti-esan masa lalu. Nusantara adalah ruang budaya yang berketunggalan namun sangat majemuk, yang masing-masing mozaik lokalitasnya mempunyai percepatan perkembangan historis dan peradaban yang berbineka pula.

Di atas semua kompleksitas yang dinamik itulah, jengkal demi jengkal konstruksi paradigma arsitektur di Indonesia kita susun bersama, menuju arsitektur yang memihak manusia dan alam secara adil dan bijak; bukan arsitektur yang berat sebelah hanya memihak kepentingan manusia belaka. Dalam perspektif ini, Arsitektur Nusantara Kontemporer tidak harus kita definisikan secara kaku, tetapi dirumuskan dalam dinamika konteks spasio-temporalnya.

Sebagai langkah awal, bekerjasama dengan kampus, lembaga, dan komunitas arsitektur di Malang, Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya menyelenggarakan “workshop” untuk para pengajar secara berkelanjutan, dengan didukung para arsitek terkemuka di Indonesia. Dengan keterbatasan kami, workshop sementara masih bersifat diskusi terfokus pada paradigma desain. Di kemudian hari, kami harapkan kandungan pelatihan-praktisnya akan lebih banyak lagi.

Nah, tunggu Workshop dan …

Nah, tunggu Workshop dan Kuliah Tamu seri #4 ya! Jangan lupa pantau terus twitter kami :@workarchub untuk pemberitahuan lebih lanjut!

Admin 

Tweets Dari @WorkArchUB Saat KULTAM Bersama M.Sagitha

(32)- Mas Agit lebih memanfaatkan diagramming untuk penjelasan kpd klien,bahkan dalam proses desain
(31)-Mas Agit kirim salam untuk para follower @iDEAOnline🙂
(30)-Motto Mas Agit: Think, Do Something, Think Again”
(29)-Mas Agit ambil bahasa/konsep Arsitektur lokal untuk bentuk kini yang baru
(28)-Tidak masalah untuk projek batal,sebab konsepnya bisa dipakai untuk projek yg lain
(27)-Mas Agit banyak memakai teknik desain 3D diagramatik dengan basis elemen modular
(26)-Stacking&Mirroring adl teknik u/ menciptakan natural geometri
(25)- Mas Agit memulai Organic Geomerinya dgn memainkan modul yg disebutnya “melting”,yg bs merespon tuntutan site&programming
(24)-Mas Agit banyak eksperimen dgn material baru antara lain batu putih u projek Uluwatu
(23)-“Prosesi” dlm sirkulasi jg diterapkan dlm desain sirkulasi;Apa ini pengaruh Budi Pradono ya?
(22) Tanaman rambat bisa gantikan finishing dinding
(21) Desain Mas Agit bnyk membiarkan permukaan dinding tanpa finishing
(20) Arsitek hrs pintar mengemas publikasi karya agar mudah diterima masyrkt #ArsNusantara
(19)-Tks ikuti terus Wshop ArsNstr UB. Di atas adl Pengantar SC @GalihWPangarsa [http://youtu.be/t_lGLW71gf8]
(18)-Bgmn praksis Mas Agit (Muh Sagitha) dg SUB? Berkandungan nusantarakah?
(17)-Th 2010, SUB Juara 1 Sayembara Terbatas Penataan Kawasan Stren Kali SBY. Ada visi sosial
(16)-Bgmna di Indonesia? Muh Sagitha dg SUB tampaknya & mdh2an salah satu dr mereka
(15)-Tren praksis arsitek muda di slrh dunia nyaris sama. Mereka kmbl ke alam & visi sosialnya jg menguat
(14)-Yg muda ubah sejarah. Muda bukan usia, ttp muda dlm arti rindu & gigih lakukan perbaikan
Expand
(13)-Harapan perbaikan tertumpu pada arsitek generasi muda. Merekalah penulis jejak sejarah y.a.d.
(12)-#ArsNusantara kontempo tetapkan ttk perimbangan perubahan dr yg lalu ke yg mendatang
(11) #ArsNusantara rumuskan ttk perimbangan lokalitas & universalitas yg dinamik. Ini bukan tren doang
(10) #ArsNusantara tak soalkan global-lokal, trad-modern, lalu-kini. Tp persoalkan hakikat kemanusiaan
(9)-Kmps & arsitek di Indon jg mesti bermisi sosial & ikut benahi alam yg makin rusak lewat desain
(8) Arsitek di Indo bukan hny hamba individu kaya yg bisa bayar arsitek & memerintahnya
(7) Arsitektur di Indo tak pantas hny berpihak pd kpentingn manusia, tp jg pd kelestarian alam
(6) Mengkaji #ArsNusantara adl utk arahkan arsitektur ms depan di Indonesia agr ada di titik perimbangan kehidupan
(5) Mengkaji #ArsNusantara tidak hanya merumuskan & menerapkan lagi filosofi, konsep dasar, atau karakter lokal
(4) Modernisme global mencari apa yang di kita nyaris punah, seperti partisipasi & emansipasi #ArsNusantara
@Ars11tek temanya organic geometric, ayo siap-siap kuliah online yaa🙂
(3) Meski mati, nilai2 luhurnya patut dipertahankan. Contohnya istiadat gotong royong dalam #ArsNusantara
2-Arsitektur tradisional sedang mati, krn gy hidup kita berubah scr mendasar. Tak bisa kembali ke ms lalu #ArsNusantara
1-Mengkaji #ArsNusantara kontempo sama sekali bukan utk kembali ke bentuk arsitektur masa lalu